Hallo Honda Lovers! Banyak pemilik mobil merasa perawatan sudah cukup selama oli mesin rutin diganti. Anggapan ini kurang tepat. Oli mesin memang penting, tetapi ada komponen lain yang juga punya usia pakai dan harus diganti secara berkala. Jika terlambat, performa mobil bisa menurun, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, dan risiko kerusakan yang lebih mahal ikut meningkat.

Apa saja suku cadang yang perlu diganti secara berkala, dan kapan waktunya? Simak ulasan berikut.

Mengapa Suku Cadang Mobil Harus Diganti Berkala?

Setiap komponen mobil bekerja dalam kondisi yang keras, mulai dari panas, gesekan, hingga paparan debu dan kotoran. Seiring waktu, kemampuannya menurun walaupun tampilannya masih terlihat baik. Penggantian berkala adalah pencegahan: biayanya jauh lebih ringan dibandingkan memperbaiki mesin atau sistem yang rusak akibat komponen yang sudah aus. Ikuti juga jadwal servis berkala di buku panduan pemilik mobil Anda.

1. Filter Oli

Filter oli menyaring kotoran, endapan, dan partikel halus dari oli mesin sebelum oli kembali bersirkulasi. Agar daya saringnya tetap maksimal, filter oli sebaiknya diganti maksimal setiap 12 bulan atau 20.000 km*.

Meski begitu, ada baiknya filter oli diganti setiap kali mengganti oli mesin. Filter lama masih menyimpan kotoran, dan jika dipakai bersama oli baru, oli tersebut bisa langsung terkontaminasi. Dengan begitu manfaat penggantian oli tidak berkurang dan mesin tetap terlindungi.

2. Saringan Udara

Saringan udara menahan debu dan partikel agar tidak masuk ke ruang bakar. Saringan yang kotor menghambat aliran udara ke mesin dan memperberat kinerjanya. Dampaknya bisa berupa tenaga yang terasa menurun dan konsumsi bahan bakar yang kurang efisien.

Sebaiknya ganti saringan udara setiap 18 bulan atau 30.000 km*. Jika Anda sering berkendara di jalan berdebu atau area konstruksi, periksa kondisinya lebih sering.

3. Saringan Bensin

Saringan bensin menyaring kotoran pada bahan bakar sebelum masuk ke mesin. Jika tersumbat, bensin tidak dapat mengalir dengan lancar dan mesin bisa mogok. Karena letaknya yang tidak terlihat, komponen ini sering terlupakan.

Gantilah saringan bensin setiap 4 tahun atau 80.000 km*. Penggantian tepat waktu menjaga suplai bahan bakar tetap stabil dan mencegah gangguan mendadak di jalan.

4. Busi

Busi memicu pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin. Busi yang baik membuat pembakaran lebih sempurna, sedangkan busi yang sudah aus dapat mengganggu pembakaran dan membuat mesin kurang responsif.

Ada dua tipe busi yang umum digunakan, dengan jadwal penggantian berbeda:

  • Busi nickel: diganti setiap 2 tahun atau 40.000 km*.
  • Busi iridium: diganti setiap 5 tahun atau 100.000 km*.

Pastikan Anda mengetahui tipe busi yang terpasang di mobil agar jadwal penggantiannya tepat.

5. Oli Transmisi

Selain oli mesin, oli transmisi juga perlu diganti berkala agar sistem transmisi lebih awet. Oli ini melumasi komponen transmisi sehingga perpindahan gigi berlangsung halus. Jadwalnya bergantung pada jenis transmisi:

  • Manual (MT) dan otomatis konvensional (AT): diganti setiap 3 tahun atau 60.000 km*.
  • CVT: diganti setiap 2 tahun atau 40.000 km*.

Karena interval CVT lebih pendek, pemilik mobil CVT perlu memperhatikan jadwalnya agar tidak terlewat.

6. Saringan AC (Jika Dilengkapi)

Saringan AC menyaring debu dan partikel dari udara yang masuk ke kabin. Saringan yang bersih membantu menjaga suhu kabin dan membuat udara terasa lebih segar dan sehat, terutama bagi penumpang yang sensitif terhadap debu.

Sebaiknya ganti saringan AC setiap 2 tahun atau 40.000 km*. Perlu diingat, komponen ini hanya ada pada mobil yang dilengkapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *